Inilah Dosis Pupuk NPK Untuk Tabulampot

Tanaman buah dalam pot atau tabulampot menjadi salah satu tren berkebun di masyarakat modern. Terutama bagi mereka yang memiliki lahan terbatas namun tetap ingin menghijaukan lingkungan rumahnya. Selain minimalis, keberadaan tabulampot semakin mempercantik pemandangan di sekitar rumah. Dalam perawatan tabulampot diperlukan pupuk untuk menunjang pertumbuhan sekaligus mencegah serangan hama penyakit. Pupuk yang biasa digunakan yakni pupuk kompos dan/atau pupuk NPK. Keduanya harus diberikan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Sudahkah Anda tahu berapa dosis pupuk NPK untuk tanaman buah dalam pot?

Jika belum, yuk simak ulasannya berikut ini!

Apa Itu Pupuk NPK?

Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang memiliki kandungan unsur hara berupa Nitrogen, Phospat atau fosfor dan Kalium. Pupuk majemuk ini memiliki tekstur cair atau padat. Fungsinya antara lain:

  • N – nitrogen untuk menunjang pertumbuhan vegetatif, terutama bagian daun
  • P – fosfor untuk menunjang pertumbuhan akar dan tunas
  • K – kalium untuk mempercepat proses tumbuhnya bunga dan pembuahan.

Pupuk NPK biasa dijual di pasaran dalam berbagai kemasan. Pilihlah sesuai kebutuhan.

Dosis Pupuk NPK untuk Tabulampot

Saat tabulampot Anda tak kunjung berbuah, tentu ada kekhawatiran yang muncul kenapa dan mengapa bisa terjadi. Lalu bagaimana solusinya? Pupuk NPK bisa menjadi salah satu jawabannya Karena untuk mempercepat proses pembungaan dan pembuahan. Namun, penggunaannya harus sesuai dengan dosis tabulampot.

Biasanya pupuk NPK yang digunakan untuk tanaman dalam pot memiliki komposisi 15:15:15. Namun, untuk penggunaannya tidak langsung diberikan pada tanah di sekitar tanaman, melainkan harus diencerkan terlebih dahulu dengan perbandingan 1 sendok pupuk dilarutkan dalam 10 liter air.

Cara Memberikan Dosis Pupuk NPK untuk Tabulampot

Penggunaan pupuk NPK umumnya diberikan saat tanaman berumur 3 bulan. Pupuk NPK tidak bisa diberikan begitu saja pada tabulampot, tetapi harus melalui serangkaian proses terlebih dahulu mulai dari peracikan, pengenceran hingga pemberian. Setelah melalui pengenceran, pupuk tersebut disiramkan ke permukaan tanah dalam tabulampot secara merata dan disesuaikan dengan umur tanaman.

Karena pupuk NPK termasuk dalam pupuk berbahan kimia, maka penggunaannya tidak boleh berlebihan atau terlalu sering karena dapat memberikan efek samping pada tanaman itu sendiri. Jika masalah pertumbuhan dan perkembangan tabulampot milik Anda tidak begitu serius, maka sebaiknya gunakanlah pupuk kompos saja.

Planterbag Sebagai Pengganti Pot Pada Pembuatan Tabulampot

Pada pembuatan tabulampot kebanyakan orang pasti memilih pot berbahan dasar tanah liat, kayu, plastik hingga drum bekas. Pot dari tanah liat atau kayu memang bagus karena terkandung pori-pori sehingga memudahkan proses drainase dan sirkulasi udara. Namun, pot tersebut rentan pecah bila jatuh atau terkena benturan. Sedangkan pot dari drum bekas lebih kuat, tapi mudah berkarat dan permukaannya keras serta tajam. Berisiko bila dipindah tempatkan.

Nah, pot dari plastik seperti planterbag dari INDO Planterbag ini bisa menjadi solusi cerdas untuk Anda yang ingin membuat tabulampot sederhana di rumah. Selain lebih awet dan tahan lama, planterbag dijual dengan harga murah dan tersedia dalam berbagai ukuran. Anda bisa menggunakannya mulai dari tahap penyemaian benih hingga pembesaran.

Bila ingin memindahkan tanaman ke tanah, Anda tinggal melepaskannya dari planterbag. Cara ini lebih mudah bila dibandingkan memindahkan tanaman dari pot atau drum bekas. Bahkan tanaman pesisir seperti mangrove atau bakau juga ditanam dengan planterbag.

Jadi, ayo pesan planterbagmu sekarang juga! Langsung Klik disini