3 Kelebihan Jenis Bibit Sawit Pelepah Pendek Yang Perlu Diperhatikan

Kelapa sawit sampai dengan saat ini masih menjadi penghasil minyak masak dan bahan bakar di dunia, bahkan di Indonesia menjadi yang terbesar di dunia. Hal tersebut membuat banyak orang yang ingin membudidayakannya. Namun terdapat beberapa jenis dari bibit kelapa sawit tersebut, salah satunya adalah jenis bibit sawit pelepah pendek. Secara umum sebagian besar petani lebih memilih kelapa sawit pelepah panjang untuk ditanam di lahannya. Karena jenisnya sendiri mempunyai produktivitas yang lebih tinggi.

Meskipun banyak petani yang memilih untuk menggunakan bibit sawit pelepah panjang, bukan berarti bibit sawit pelepah pendek mempunyai kualitas yang buruk. Karena hasil produksinya sendiri juga terbilang cukup baik, meskipun masih kalah dengan bibit sawit pelepah panjang. Namu tidak perlu khawatir karen sebenarnya bibit sawit ini memiliki kelebihan tersendiri. Apa saja kelebihannya? Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Megoptimalkan Penggunaan Sebuah Lahan

Biasanya kelapa sawit ini ditanam dengan jarak 8 x 9 meter. Bisa dibilang jarak tanam tersebut cukup jauh karena bertujuan agar nantinya pelepahnya dapat tumbuh dengan normal, kemudian tidak saling bertabrakan dan juga tingkat kelembaban dari lahan dapat terjaga dengan baik.

Namun dengan menanam kelapa sawit dengan pelepah yang pendek, nantinya Anda dapat menanamnya dengan jarak tanam yang lebih dekat. Bahkan bisa kurang dari 8 x 9 meter. Dengan demikian jumlah dari tanaman yang dapat dibudidayakan pada lahan tersebut akan semakin banyak.

  • Memudahkan Waktu Pemanenan

Jenis bibit sawit pelepah pendek ini nantinya akan membantu Anda di dalam proses pemanenan. Karena Anda tidak terganggu dengan beberapa pelepah kelapa sawit di saat akan memetik tandan buah segar. Selain itu keseluruhan proses pemanenannya sendiri akan jauh lebih mudah untuk dilakukan jika dibandingkan dengan kelapa sawit yang memiliki pelepah panjang.

Hasil dari tandan buah segar yang sudah dipetik nantinya juga dapat utuh dan terhindar dari kerusakan. Jadi untuk hasilnya sendiri juga tidak kalah dari bibit sawit yang berpelepah panjang. Dimana hasil yang diperoleh juga cukup besar.

  • Waktu Pemanenan Lebih Cepat

Tanaman kelapa sawit ini secara umum sudah menghasilkan buah jika usianya sudah mencapai 12 bulan. Tetapi untuk buah yang sudah dihasilkan oleh tanaman yang memiliki usia muda ini tidak layak panen serta tidak diminati oleh suatu industri. Dengan demikian ada baiknya jika Anda membuang buah yang tidak berkualitas tersebut.

Tujuannya juga untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan vegetatif dari tanaman tersebut. Sedangkan khusus untuk sawit yang memiliki pelepah pendek, waktu panennya sendiri akan jauh lebih cepat. Hal terseut karena postur dari tanaman yang ideal antara tinggi serta besarnya akan lebih cepat diperoleh.

Jadi itulah beberapa hal yang perlu untuk Anda ketahuii tentang jenis bibit sawit pelepah pendek. Pada dasarnya bibit sawit sendiri memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan dengan bibit sawit pelepah panjang. Dengan demikian tak heran jika peminat dari bibit sawit tersebut cukup banyak.

Jadi untuk Anda yang ingin mencoba menanam pohon kelapa sawit di lahan yang dimiliki, pastikan sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Dengan demikian tentu saja hasil dari bibit kelapa sawit tersebut akan lebih maksimal.

Jadi mulai sekarang, Anda dapat mempelajari beberapa hal tentang cara menanam bibit sawit tersebut terlebih dulu. Kemudian nantinya Anda dapat langsung mempraktekkannya di rumah. Untuk membuat jenis bibit sawit pelepah pendek sendiri, Anda dapat menggunakan media planter bag sebagai wadahnya. Karena dinilai lebih efektif dan juga mudah untuk diperoleh. Silahkan klik disini untuk memperoleh planterbag